Beranda Berita Kepala Desa Petrans Jaya dan Masyarakat Memperingati Tahun Baru Islam 1441 H

Kepala Desa Petrans Jaya dan Masyarakat Memperingati Tahun Baru Islam 1441 H

218
0

Kepala Desa Petrans Jaya dan Masyarakat memperingati Tahun Baru Islam 1441 H. Acara tersebut diadakan di kediaman Bapak Kepala Desa Petrans Jaya Maulana Malik Sofyana, S.IP malam tadi setelah ba’da Isya (Malam 1 Muharam 1441 H bertepatan Malam 1 September 2019 M).

Acara tersebut dihadiri 300 orang terdiri dari Kepala Desa beserta Perangkatnya, Ketua BPD beserta Anggotanya, LPM, Linmas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Jamaah Yasinan, dan dihadiri oleh Bripka Irfan Susanto dan Brigpol Wihidin dari Polsek Muara Kelingi.

Acara ini dipimpin Oleh Kh. Sofwan Syafi’i (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah). Doa serta tahlil bersama untuk orang-orang yang telah gugur mendahului kita dan memohon Kepada Allah SWT agar Desa Petrans Jaya selalu di Ridhoi, diberi Keberkahan, Keamanan, Ketentraman dan segera dipulihkan Ekonomi yang sedang terpuruk pada saat ini.

Agenda Tahunan dilaksanakan setiap Malam 1 Muharam (Malam Tahun Baru Hijriah). sebagai ucapan Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta berkah untuk Desa Kami Desa Petrans Jaya, karena berkat-Nya desa kami menjadi seperti sekarang ini, semoga ditahun baru hijriyah ini akan mendapatkan keberkahan yang besar untuk Desa Petrans Jaya. Dengan mamasuki Tahun Baru 1441 Hijriah mudah-mudahan ditahun yang akan datang Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya untuk segenap warga desa dan mudah-mudahan Desa Petrans Jaya yang kita cintiai ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah dalam percepatan pembangunan Desa terkhusus infrastruktur. Amin… (Ucap Bapak Kepala Desa)

Bulan Muharam / Suro dimaknai sebagai bulan pertama dalam sistem kalender Jawa-Islam. Penyebutan kata ‘suro’ bagi orang Jawa ialah bulan Muharam dalam kalender Hijriah. Kata tersebut berasal dari kata ‘Asyura’ dalam bahasa Arab dan dicetuskan oleh pemimpin Kerajaan Mataram Islam, Sultan Agung.

Namun Sultan Agung masih memadupadankan penanggalan Hijriah dengan tarikh Saka, tujuannya dapat merayakan keagamaan diadakan bersamaan dengan seluruh umat Islam dan menyatukan masyarakat Jawa yang terpecah saat itu antara kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam).#pu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here